Gelap
Terang
Redup
Tak bersuara
Tak berujung
Titik tak ada
Menangis
Tertawa
Terdiam
Pasrah.
Balut luka dalam sendiri, balut luka dalam kesendirian, balut luka dalam luka…
Ehm… hati ini terluka tapi luaskanlah hati ini menerima luka itu agar tidak menjadi dendam dan kecewa…
Berdiri dari sebuah kemelut tiada daya dan upaya kecualin kaki ini sanggup untuk melangkah lagi dalam menempuh kabut kemelut itu sendiri…
Aku kecewa dan aku terluka tapi aku ingin menerima semuanya dalam balutan hangat Mu…
Terima Kasih buat Orang Tuaku yang telah mendewasakanku, walaupun kalian tidak tahu perasaan terdalamku…
(Curhat seorang wanita saat perjalan menuju penajam tentang kisah “Siti Nurbaya” versi 2010)
Advertisement








Alhamdulillah,… pertamax euy…
By: حَنِيفًا on 4 January 2010
at 00:09
Di tunggu kisah lanjutannyah @Kangmas
By: حَنِيفًا on 4 January 2010
at 00:10
maunya saya yang pertama sich… tapi saya kasih buat mas haniffa..
salam kangen mas haniffa…
kisah selanjutnya malah bisa bunuh diri kang atau malah bisa lari-larian
hiihihihihihi
By: batjoe on 4 January 2010
at 06:11
Malem @Mas Batjoe.
Lha, masak kisah berikutnyah tragis banget
By: حَنِيفًا on 13 January 2010
at 22:20
Wah gaswat nih. Ada yang mau dijodohken ya KANG ???
By: lovepassword on 4 January 2010
at 04:59
tahun sudah berdubah dari zaman gigit besi hingga jaman gigit kuping..
anehnya hal ini kok bisa saja terjadi ya????
mau nyalahin orang tua tetap saja mereka lebih tua dan lebih dihormatin, mau menentang takut sisangka maling kundang versi baru..
serba salah mas LOP…..
saya bilang dibawa aja ketawa
By: batjoe on 4 January 2010
at 06:14
Enda papa mas. Siapa tahu sang jodoh itu nantinya bisa cocok.
Kan ada pepatah witing tresna jalaran kulina.
By: Lambang 212° on 4 January 2010
at 14:47
bener itu yang saya bilangin kemarin terus saya tambahin… jika tdk cocok juga ya cari saja selingkuhan baru eee malah dianya ngakak ndak karu-karuan …
apa yang bisa saya petik dari pembicaraan (wacana) diatas adalah ternyata mudah sekali membuat orang lain itu bahagia tanpa rupiah sekalipun hanya dengan guyonan hati bisa menjadi adem. tentrem walaupun nntinya mikir juga sih hihiihihi
By: batjoe on 4 January 2010
at 16:28
Sungguh saran yang sangat bagus.
Apapun kesulitannya, pasti ada jalan keluar.
By: Lambang on 5 January 2010
at 16:35
Selamat Sore,
Selamat Hari Senin menjelang Selasa,,
Salam Hangat Selalu,
AbulaMedia.com
By: Abula on 4 January 2010
at 17:15
jaman sekarang masih adakah peristiwa serupa kisah Siti Nurbaya???
By: Abula on 4 January 2010
at 17:16
@Abula
Masih ada kok, yang seperti Siti Nurbaya. Kalau saya malah jadi Isabella.
By: Fitri on 4 January 2010
at 18:11
Assalamu’alaikum,
Hidup memang kadang bertolak belakang dengan kemauan kita, berdoa mohon petunjuk-Nya dan memohon agar melembutkan hati kedua orang tua, tapi tetap disertai dgn tawakal. (Dewi Yana)
By: jalandakwahbersama on 4 January 2010
at 20:19
sebenarnya, saya agak bingung dengan post ini, tapi saya hanya ingin menyambangi sobatku dan mengucapkan selamat berjumpa kembali ditahun baru ini. selamat tahun baru 2010.
semoga semakin berjaya dan sukses dalam hidup dan karir serta ngeblog… salam hangat
By: adi isa on 5 January 2010
at 19:13
Met malem mas.
Apa kabar… sehat-sehat aja khan?
Salam hangat.
By: Lambang on 6 January 2010
at 21:42
Selamat siang menjelang sore,,,
Selamat hari Kamis menjelang Jum’at..
Semoga tetap semangat dan sukses selalu,,
Salam Hangat,
AbulaMedia.com
By: Abula on 7 January 2010
at 14:46
uhuy, kisah siapakah ini gerangan…
By: eMina on 7 January 2010
at 21:42
met sore. maaf baru sempat. siapa yg mo dijodohkan nih?
By: sang cerpenis on 8 January 2010
at 14:58
Siti Nurbaya 2010..
Seandainya hanya itu satu-satunya jalan yang harus ditempuh. Ya semoga dapat meraih kebahagiaan meski terpaksa di awalnya. Amin.
By: UmmuKamilah on 8 January 2010
at 21:47
Masih adakah Siti Nurbaya dijaman ini?
Semoga tidak menimpa sahabat2 kita.
By: dedekusn on 13 January 2010
at 22:59