Posted by: batjoe | 22 September 2009

SILATURAHMI (Bag Kedua)

taut persahabtan

Sholat Dhuha sudah dilakukan dan sekarang sobatku bersiap untuk menyelesaikan urusan silaturahmi yang sangat penting sekali dihari yang fitri ini, kurang lebih seperempat jam akhirnya sobatku sampai dirumah yang dituju yang bagi dia tidak asing lagi dan masih sama seperti yang dulu, rumah panggung dengan cat yang masih tercium baru, tanaman serta kebun kecil yang semuanya tidak berubah hanya bagian dalamnya saja yang berubah posisi,  setelah menempatkan motornya dengan sempurna maka dengan keberanian yang dia miliki dan semuanya hanya karena ALLAH maka salam kepada tuan rumah yang seorang ibu yang sangat sobatku kenal disampaikan dan dengan pandangan dari ibu yang kelihatannya tidak suka itu sang ibu itu bukan mejawab salamnya tapi yang dia dapat adalah perkataan :

MAU APA KAMU KEMARI!!!” walaupun kemudian dijawab juga salam dari sobatku itu.

dan sobatku hanya menjawab pelan dan hati-hati “INGIN BERSILATURAHMI DAN MEMINTA MAAF

jelas memang tujuan utamanya adalah untuk bersilaturahmi dan meminta maaf atas kejadaian 2 tahun yang lalu hingga saat terputusnya sayap-sayap cinta itu kemarin lusa. Dengan kesadaran dan beban rasa bersalah yang besar dihampirin ibu tersebut dengan cara yang sangat sopan yaitu jalan sambil duduk dan langsung berjabat tangan dan saat hendak dicium tangan tersebut lantaran adab bagi yang muda kepada yang lebih tua tapi tangan itu langsung ditarik dan berkata “NDAK USAH CIUM TANGAN!!!” dan sobatkupun hanya terdiam sambil bercucuran air matanya dia berucap : “BU SAYA MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA ATAS KEJADIAN-KEJADIAN YANG TERDAHULU YANG MENYEBABKAN KEHIDUPAN INI TIDAK BERJALAN SEMESTINYA”  dan ibu tersebut berkata lagi dengan tegas “SAYA MAAFKAN TAPI SAYA TIDAK MAU LAGI DENGAR  YANG ANEH-ANEH LAGI” plong rasanya saat itu walaupun tidak lengkap orang yang berkata karena Bapak dari “mantan kekasihnya” ternyata lagi pergi kerja keluar pulau… ah biarlah mungkin bukan jodohnya kali bertemu dengan Bapak tersebut…. mungkin nanti…

ibu tersebut berkata lagi “kenapa baru sekarang kamu datang?” ah.. pertanyaan yang sangat susah untuk dijawab. Sebenarnya sudah sering sobatku minta akan kerumah tapi tidak sendiri melainkan bersama orang tua sekalian melamar tapi “matan kekasihnya” itu selalu takut bahkan sobatku mau bersilaturahmi lebaran ini saja “mantan kekasihnya” masih juga merasa takut… (mohon jujurlah…) kenapa  sobatku harus dengan orang tuanya? agar bisa melihat segi positif atau negaritfnya dari hubungan kekeluargaan dan harapan yang tinggi untuk berumah tangga bisa terlihat. Bila hanya sobatku sendiri yang datang jelas malah akan menambah masalah yang tidak selesai-selesai karena rasa kebencian dan gengsi.  Itulah yang menjadi ketakutan “mantan kesaksihnya” padahal Allah tidak senang dengan ciptaanya yang selalu berburuk sangka.

dengan disaksikan oleh adik dari mantan kekasihnya, sobatku mendapatkan ceramah yang cukup panjang dan anehnya semuanya tidak ada yang bagus sama sekali, semua yang dibicarakan adalah tentang masa lalu dan kejelekan sobatku dan tidak ada sediktipun ruang untuk sobatku berbantahan, kenapa? karena tujuan dari dia berkunjugn ini adalah SILATURAHMI DAN MEMINTA MAAF agar segala pelajaran yang nantinya dia tempuh tidak tersendat dengan pikiran-pikiran yang tidak menentu. Tapi itulah sobatku setiap yang dia dengar semuanya dia serahkan kepada ALLAH SWT walaupun dijelek-jelekin sekalipun jawaban sobatku cuma “MAAFKAN SAYA BU… MAAFKAN SAYA BU” dan “IYA BU SAYA MENGERTI” dua kalimat itulah yang terus diucapkan (SUATU UCAPAN YANG DIRANGKUMKAN DALAM SEBUAH CERITA BISA DISANGKAL BILA TIDAK ADA SAKSI KAN? tapi sobatku punya saksi yaitu ADIK DARI MANTAN KEKASIHNYA) kenapa perlu saya besarkan tulisan ini agar tulisan ini tidak menjadi FITNAH!!!!

dalam kesaksian itu ucapan yang tidak mengenakan terus berlanjut dari menyebutkan ORANG TUA SOBATKU TIDAK PUNYA SOLUSI DAN PENDIRIAN, MEMBAWA LARI ANAK ORANG, INGIN MENCULIK ANAK PEREMPUAN DARI SOBATKU, INGIN MENGUNAKAN ILMU HITAM DARI SEORANG DAYAK, INGIN MENCELAKAI SOBATKU DENGAN ORANG-ORANG SURUHAN, DIKATAKAN SERING LARI BILA DICARIIN, BAHKAN YANG LEBIH PERIHNYA DIA MENDOAKAN (KEPADA ALLAH SWT)  SOBATKU MENDAPATKAN KARMA ATAU BALASAN AGAR ANAK PEREMPUAN SOBATKU AKAN MEJADI SEPERTI ANAKNYA (MANTAN KEKASIH) DAN ITU DIA UCAPKAN BERKALI-KALI DAN SELALU SETIAP HABIS SHOLAT KATANYA JUGA, DAN KATANYA ANAKNYA ITU BAGAIKAN AIR DENGAN DIRINYA, DIBELAH DENGAN PARANGPUN TAKAN TERPISAH KATANYA LAGI.….. walaupun semuanya tidak terlaksana karena sang ibu percaya kepada ALLAH SWT, Disini kami tidak bermaksud menjelekan satu pihak sedangkan sobatku sendiri termasuk orang yang jelek juga, manusia tiada yang sempurna (nanti saya jelaskan masalah kepada ALLAH ini…*001*)

dan sobatku lagi-lagi cuma bisa berkata “MAAFKAN SAYA BU” berkali-kali dengan bendungan air mata yang terus tertumpah karena beban bathinnya begitu hebatnya bahkan kata-kata yang menyebutkan SOBATKU MEMBUAT SUSAH DISAAT ORANG TUANYA SAKIT!!! itu sangat-sangat membuat sobatku cuma bisa berucap “ASTAFIRULLAH”  apakah sobatku memang sejahat itu? apakah memang seburuk itu tingkah lakukanya, perbuatannya, tindak tanduknya hanya karena masalah “PERASAAN KASIH SAYANG” pikiran sang ibu  seperti itu? atau karena masa lalu sobatku kah? ah… saya tidak mau berburuk sangka dan sobatku pun tidak mau berburuk sangka juga sebab tujuannya adalah tetap “mau meminta maaf karena beban bhatin yang sangat tidak mengenakan selama 10 hari sebelum hari yang fitri ini tiba” apapun itu resikonya tetap dia terima dengan lapang dada walaupun air matanya masih dia tahan agar tidak terlepas terus-menerus. Dan hal ini yang bisa menjelaskan adalah “mantan kekasihnya sendiri” apakah sikapnya seperti itu…. ??? kepada orang tuanya ??? apakah sobatku tidak mau berkunjung kerumah sakit?? kalau dia membanting wanita yang dikasihinya  jujur dia katakan dan dia merasa bersalah yang luar biasa dan hal ini sudah di ceritkan diartikel sebelumnya dan itu diakui dan ikhlas dengan resikonya, atau mungkinkah dendam dan rasa sakit itu masih ada di hari yang fitri seperti ini atau Allah SWT sedang menguji/mencoba karena sobatku ingin sekali bertobat??? ah… sekali lagi saya hanya bisa berbaik sangka saja sebab hati dan isi kepala orang beda-beda dan yang pasti, ALLAH SWT tahu itu , bukankah Allah Maha Mengetahui apapun yang disembunyikan oleh hati manusia?

yang saya ketahui sobatku selalu berbaik sangka kepada orang tua mantannya bahkan selalu membantu baik doa dan  ………. (biarlah titik-titik ini menjadi kebaikan dan keikhlasan ALLAH SWT semata saja ) bahkan sobatku pernah memaksa untuk datang menjenguk lagi-lagi  mantan kekasihnya yang tidak mengijinkan karean takut ribut dan bila saja hal ini sobatku balik kata-katanya apakah tidak menjadi AIB dan KEMUDARATAN kembali nantinya bagi keluarga dan mantan wanitanya?? itulah kenapa sobatku hanya menjawab IYA dan MAAF.….

hampir setengah jam waktu yang diperlukan sobatku untuk menuntaskan masalah silatuhrahmi ini bahkan sedikit berbohongpun dia lakukan agar masalah ini CLEAR. Ada pertanyaan sang ibu yang dia jawab dengan kebohongan lagi yaitu : “SEJAK KAPAN KALIAN TIDAK BERHUBUNGAN LAGI” dan sobatku menjawab ; “SEJAK BAPAK SAKIT YANG TERAKHIR” sesak lagi bathinnya harus berbohong….. tapi biarlah mungkin Allah tahu yang ada dipikiran sobatku dan semuanya dia kembalikan kepada NYA… apapun yang terjadi dalam silatuhrahmi ini buat sobatku tetap ikhlas dan menerima semua sanksi apapun itu mau dipukul, dicacai maki, dihina sobatku tidak peduli yang penting hatinya harus kembali ke titik nol untuk melangkah kedepan yang lebih baik lagi.

segeals air putih sejenak bisa menenangkan setiap kata-kata yang telah dilemparkan oleh sang ibu dan sedikitpun tidak ada yang sobatku bantah karena dia sudah berjanji kepada mantan kekasihnya bahwa dia tidak akan membuka hal-hal yang tidak perlu… cukup hanya ALLAH SWT yang TAHU

Dengan langkah yang tegak dan perasaan yang sudah plong sobatku keluar dari rumah yang sudah lama tidak dikunjunginnya dan dengan sigap siroda dua dipacu untuk kmbali pulang. satu kisah perjalan spritual dari seorang sobatku yang sudah kelelahan dalam mengahdapi gempuran hidup duniawi yang semain hari semakin tidak menentu, dan jiwanya selalu terpanggil untuk mendapatkan hak yang hakiki sebagi hamba yang tulus ihklas melepaskan semua yang pernah ada bahkan sampai hari keduapun mantan kekasihnya tidak pernah lagi datang untuk sekedar bersilatuhrahmi dengan orang tua sobatku yang dikatakan tidak bisa menjaga anak, tidak punya pendirian dan solusi. Ini adalah kesalahan sobatku bukan orang tuanya apakah orang tuanya harus dilibatkan juga selama 2 tahun mantan wanitanya sering sekali berkunjung dan dilindungin…??? tapi biarlah ini menjadi urusan Allah semata, kita manusia hanya bisa berdoa dan berdoa lagi agar semunya bisa menjadi amalan yang lebih baik lagi

PENJELASAN *001*

Ibu tersebut berkata percaya kepada Allah SWT tapi kata-katanya tidak mencerminkan itu….. dalam hal ini sebelum dia berkata percaya kepada Allah SWT terlontar kata-kata (niat) yang kuang sreg  dan didalam Al-Quran dalam Surat AN NISAA (WANITA) ayat 148 – 149 dijelaskan sbb :

148. Allah tidak menyukai ucapan buruk (371) (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya (372), Allah adalah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.

149. Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesunguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.

DAN KATANYA ANAKNYA ITU BAGAIKAN AIR DENGAN DIRINYA, DIBELAH DENGAN PARANGPUN TAKAN TERPISAHKAN KATANYA LAGI…..” kata ini mensiratkan akan takutnya kehilangan, padahal Allah SWT menciptakan semuanya yang ada dibumi dan langit ini pasti akan musnah dan kehilangan dan kata-kata itu mensiratkan akan tidak percayanya bahwa Allah SWT akan menjaga ciptaanya  100% dan bahwa semua yang ada di bumi dan langit adalah kepunyaannya.. Kemungkinan ini ketakutan seorang ibu yang teramat berlebihan atau ketakutan wajar dari seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya sehingga kata-kata yang keluar akhirnya disisipin oleh jiwa-jiwa yang salah (setan)…..

semoga kisah ini dapat mengugah setiap insan yang memiliki hati dan jiwa yang bersih dan semua yang kami certiakan bukanlah fitnah apalagi menyudutkan seseorang karena suatu kebaikan bukan hanya dari sebuah ayat-ayat Allah tapi dari ceritapun hikmah itu akan bisa kita dapat. Sebesar dosa yang penulis buat itu adalah kesalahan diri penulis sediri sedangakn sekecil apapun yang terbaik dari tulisan ini semunya milik ALLAH SWT.

Sekali masih dalam suasana yang fiti maka kembali saya mengucapakan MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.


Responses

  1. Pernah salah tulis, salah kutip atau salah dalam berkomentar, dibukakan keikhlasan untuk memaafkan semua kesalahan yang telah dibuat.
    Selamat Idul Fitri 1430H

    • sama-sama mas

  2. as.wr.wb

    karena masih suasana lebaran,
    saya ingin mengucapkan, minal aidhin wal faidzin

    mohon maaf jika ada kesalahan dan kekhilafan

    salam hangat.

    • sama-sama mas adi isa bagaiman kabr di makasaar dan keluarga?
      o ya bagiman kondisi pasca operasinya? semoga semakin baik aja yang mas
      salam hangat mas adi

  3. ketakutan yang berlebihan memang sering terjadi atas naluri seorang ibu yang begitu kuat akan kasih sayangnya terhadap anak2nya. tak jarang, beliau begitu cemas akan kondisi anak2nya. yah, itulah naluri seorang ibu.

    semua memang akan musnah dan kembali kepadanya. di situlah kita di tuntut unutk belajar ikhlas akan segala sesuatu. mudah2an kita sama sama bisa belajar memaknai hidup yang sementara ini dengan baik

    selemat berlebaran aja mas bambang

    • wajar mmg mas seorang ibu itu selalu mencintai anak2naya melebihi apapun tapi terkadang lupa bahwa semuanya kepunyaan Allah semata.
      sama-sama lagi mas

  4. tak habis pikir mengenai hal yang menimpa sobatmu Kang..hanya hati yang baik yang akan mengerti niatan baik semoga itu yang dimaksudkan dan akan terwujudkan oleh sahabatmu. Sedikit banyak aku pernah mengalami hal seperti ini (beberapa sahabatku) tak seperti kisah sahabatmu yang kian pelik walau di hari yang fitri..sungguh menderita dan hanya Do’a untuk sahabat mu Kang..semoga dia kelak mendapatkan Jodoh yang benar-benar sholehah dan akan selalu dalam lindungan Allah SWT Amien..

    -salam- ^_^

    NB : Matur nuwun saya udah lihat Link nya:mrgreen: saya juga lagi muat link nya KAng Aryo tapi masih lemott koneksi nya Kang..Insya Allah besok pagi saya Pasang ya Kang

    • no problem mas hariez… niatnya mas udah baik pasti baik juga hasilnya hehehehe..
      semua orang punya cerita walaupun sedih pasti ada titik bahagianya

  5. hebbat!!! mas batjoe bisa buat tulisan sepanjang ini sampai dua seri, terus menulis yaa.. bundo siyh belum buat tulisan yg panjang, masih pilih tulisan pendek-pendek saja..

    bundo mesti komen apa yaa..🙂 apa yg ingin mas batjoe sampaikan sudah sarat makna.. latihan terus agar penyampaiannya bisa lebih teratur **bundo sendiri masih belum bisa menyampaikan sesuatu dengan bahasa yang mudah dipahami..

    • hebbat!!! ndak lah bunda, saya hanya manusia biasa yang cuma bisa mikir doang dan dilepaskan pada tulisan yang carut marut begitu.

      makna yang tersirat saya kemablikan ke pembaca saja bunda seperti bunda lah karena artikel ini menyangkut perasaaan seorang wanita juga… jadi lebih sportif tidak melulu soal sobat saya yang punya cerita dan seorang laki-laki.

      untuk saran dari bunda mengenai penyampaianya yang masih belum teratur akan saya coba mengaturnya kembali. terbawa emosi kali ya bunda saat mengetiknya……….

      hormat dari anak muda kepada seorang bunda (ibu) yang bisa memahami setiap untaian kata dan hidup…..

  6. Siiiip, makin mantap saja sobatku ini.
    Tulisannya panjang dan bersambung.
    Ayo kebut terus, entar biar bisa dijadiin sinetron.

    Ada yang sedikit jadi tanda-tanya:

    kenapa perlu saya besarkan tulisan ini agar tulisan ini tidak menjadi FITNAH!!!!

    Serius banget untuk meyakinkan tulisannya. Pengalaman pribadikah? Semacam curhat gitchu? Wekekekkk… enda papa koq…

    Salam Persahabatan.

    • biasa mas lambang…. diblog-blog tetangga kadang komentnya malah menjadi FITNAH makanya saya tegaskan siapa tahu “mantan kekasihnya” membaca… ndak enak kan mas lambang masa habis lebaran jadi buat dosa lagi…
      makanya ditegasin aja biar tidak jadi fitnah dan fitnah..
      salam sayangku buat mas lambang … siopo yang mau jadi sutradaranya ayo????

    • kenapa saya suka kalau mas lambang komentar?
      karena mas lambang teliti banget dan saya yakin tulisan saya dibaca samapi habis..
      saya selalu menghargai mas lambang karena selalu menghargai tulisan orang lain..
      salut dan peace mas lambang

  7. Wah, jadi lupa kasih komen soal gambar.
    Gambar header itu sudah bagus mas, menggambarkan perenungan, introspeksi.
    Sayangnya resolusinya tampak diperbesar, jadinya gambar pecah-pecah.
    Maaf ya, sekedar saran saja.
    Salam.

    • oooo… gitu ya mas lambang? makanya tadi saya juga ngelihat kok pecah ya… jadi gimana? apakah resolusinya diperkecil? apa nanti tiak mempengaruhi panjangnya dan besarnya header..
      ok mas saya coba lagi ah….. biar ilmunya nambah terus…
      jadi inget sama satu istilah “sampaikanlah walaupun itu cuma satu ayat tapi bila bisa mengena dihati maka tentramlah hati itu”
      ok mas lambang makasih banget terus di kritisi saya suka banyak masukan lagi.

      • Caranya: cari gambar yang ukurannya lebih besar dari 720×180 pixels. Terus gambar di-crop (dipotong diperkecil, bukan di-rescale) pakai photoshop atau image editor lainnya.
        Baru deh di-upload sebagai header.

        Salam.

  8. Eh, ternyata gambar udah ganti.
    Siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip gambar yang ini.
    Lorong masa depan.
    Mengingatkan bahwa masih panjang jalan yang harus dilalui, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah tikungan di depan itu.

    • tadinya bukan itu lho mas lambang headernya yaitu hutan belantara tpi kok masih gelap banget ya dan akhirnya nemu tuh jembatan supaya tahu jalan pulang hahahahahaha
      ternyata kita sehati ya (ngaku lagi deh….)

  9. Assalamu’alaikum,
    Pemahaman kita tentang memaafkan berbeda-beda, ada dari kita yang memaafkan seseorang tapi perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hatinya. Pelu waktu lama baginya untuk bisa kembali menjalain hubungan baik dengan orang yang telah menyakitinya.
    Tapi ada juga yang bisa memaafkan dengan tulus. Mereka yang memaafkan dengan tulus inilah, hamba Allah yang sungguh-sungguh beriman dengan sebenar-benarnya, dan mengikuti perintah Allah untuk memaafkan. Saran saya untuk sahabat Mas Batjoe, tetaplah menjalin silaturahim, ini mengacu pada sabda Rasulullah SAW ” ‘Yang disebut bersilaturrahim itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturrahim itu ialah menyambungkan apa yang telah putus. ‘ (HR Bukhari). Insya Allah, kalau kita melakukannya ikhlas karena Allah, maka akan baik jadinya. (Dewi Yana)

  10. Assalamu’alaikum,

    Minta maaf dan memaafkan kadang menjadi sesuatu yang memberatkan, tapi itu merupakan kewajiban.
    Meminta maaf dan memaafkan akan membebaskan kita dari belenggu yang menyesakkan . Silaturahmi itu indah.

    SELAMAT IDUL FITRI 1430 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
    Taqabbalallahu minna wa minkum.

    Salam dari Cianjur

    • salam juga dari balikpapan pak….
      minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin
      biasalah pak hati manusia bila diujudkansecara zahir maka cuma yang ada emosi melulu…
      biarlah ini menjadi pelajaran yang paling berharga dalam hidup saya khususnya bahwa memaafkan orang lain sebesar apapun itu adalah sebagian dari pada sifat Allah Yang Maha Pemaaf.

  11. Makin siiiiiiiiiiip
    mau silaturahmi nih walo udah telat,

    hidup ini untuk menciptakan perdamaian, salah dan benar tak perlu dipersoalkan, yang penting hubungan menjadi tentram.
    Meski orang lain salah, hormatilah ia, ucapkan tutur kata yang baik, dan meminta maaflah agar hubungan kembali tenang

    Mohon maaf kalo ada salah, mas bambang kenapa ga pernah mampir lagi, sibuk ya…

    Kemaren saya lagi sibuk, jadi baru sempat singgah bertamu lagi, salam buat mas batjoe sekeluarga, moga selalu dalam lindunganNya Amin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: